Kriteria penilaian lomba menulis puisi, membaca puisi, dan menulis cerpen

Catatan ini dipublis atas permintaan seorang teman.  Apa sih kriteria  penilaian dalam lomba menulis puisi, membaca puisi, ataupun menulis cerpen:

Untuk pembacaan puisi, biasanya si dewan juri tidak melepaskan penilaian dari

  1. Penghayatan                   : penghayatan dalam sebuah puisi bertujuan untuk menyampaikan isi dari puisi secara ekspresif.
  2. Penampilan          : kalau penghayatan puisinya dapat, tapi penampilannya tidak menudukung sama saja dengan bohong kan. Jadi penampilan dalam membaca puisi perlu diperhatikan.
  3. Intonasi                : sebuah puisi akan memiliki ruang di telinga dan hati para pendengar dengan intonasi nada yang tepat dan teratur. Sesuai dengan rima dari puisi itu.
  4. Pelafalan               : pelafaan sangat penting, pembedaan vokal dan konsonan yang dipertegas menyodorkan karakteristik puisi.
  5. Vokal                             : tinggi rendah nada di atur di sini. Tak perlu keras-keras asal tepat dan lantang. Keras juga boleh tergantung isi puisi itu sendiri.
  6. Mimik                   : kalau dari ke lima syarat di atas sudah terpenuhi, tanpa mimik atau ekspresi muka yang mendukung apa jadinya??

 

Kriteria penilaian untuk menulis puisi

Kriteria dalam lomba penulisan puisi, biasanya ditentukan oleh panitia penyelenggara. Kriteria dalam setiap lomba tidak semua sama. Namun secara umum, kriteria penilaian terhadap suatu lomba menulis puisi sebagai berikut:

  1. Sesuai dengan tema : tema biasanya ditentukan oleh panitia. Kesesuaian tema menjadi acuan pertama dalam penilaian.
  2. Keutuhan da keselarasan : keselarasan bait demi bait, baris demi baris yang mengacu pada tema menjad pertimbangan yang juga memiliki bobot nilai tinggi.
  3. Diksi dan gaya bahasa : bahasa yang kreatif dan pilihan kata yang segar dan tepat serta tidak basi menjadi pertimbangan juri secara umum. Kekreatifan meramu ide dengan kata-kata sangat diperlukan agar puisi tidak hambar.

 

Sedangkan kriteria untuk penilaian sebuah cerpen dalam lomba adalah :

  1. Tema : tema tetap menjadi pertimbangan panitia, di mana tema akan ditentukan oleh panitia. Cerpen yang sudah tidak sesuai atau berlari jauh dari tema maka cerpen akan disingkirkan.
  2. Perwatakan : kekuatan penyajian tokoh dan perwatakan.
  3. Konflik       : konflik yang mengejutkan dan alur yang susah ditebak.
  4. Diksi dan pilihan kata: diksi dan pilihan kata tetap menjadi poin penilaian dari sebuah karya sastra.
  5. Batasan halaman : batasan halaman biasanya ditentukan oleh panitia. Jadi kalau ada cerpen yang melebihi batas halaman yang ditentukan, meskipun naskahnya bagus, nilainya tetap kurang sebab sudah menyalahi aturan. Oh, iya penentuan font, spasi dll juga harus memenuhi ketetapan panitia baik dalam puisi, prosa dan karya apapun.

 

*Note :

Dari semua karya yang paling penting adalah keorisinilan ide, bukan plagiat atau saduran.

About these ads

13 thoughts on “Kriteria penilaian lomba menulis puisi, membaca puisi, dan menulis cerpen

  1. Untuk buyunkmandra..
    Kalo menurutku ngga apa.. Pasti juri bisa maklum. Tapi yang paling penting itu, ekspresi, intonasi. Kalao kita bacanya emang bener bener dari hati, pasti maknanya bisa nyampe kok.

  2. mas q mau nnya..
    kalau kita gak biza bilang “R”
    APAKAH akan mengurang nilai dalam penialaian juri

    l;

jangan lupa komentar ya.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s