Tinggalkan komentar

Keistimewaan Bahasa Manusia

Keistimewaan Bahasa Manusia, diantaranya adalah:

Kelebihan dan keistimewaan bahasa sebagai alat komunikasi manusia dibandingkan dengan alat komunikasi manusia dibandingkan dengan alat-alat komunikasi yang ada pada dunia hewan. Setidaknya ada tiga pakar yang tertarik pada masalah ini yaitu Hockett, Mc Neill, dan Chomsky. Bila disarikan dari Hockett dan McmNeill setidaknya ada 16 butir ciri khusus yang membedakan sistem komunikasi bahasa dari sistem komunikasi makhluk lainnya. Keenam belas ciri itu adalah sebagai berikut.

  1. Bahasa menggunakan jalur vokal auditif. Banyak hewan, termasuk jangkrik, katak dan burung yang sistem komunikasinya dapat didengar. Namun, tidak semuanya merupakan bunyi vokal. Kata, burung dan orang utan ini juga mempunyai jalur vokal auditif ini, seperti yang dimiliki manusia. Tetapi sistem komunikasinya itu tidak mempunyai 15 ciri lainnya yang dimiliki manusia.
  2. Bahasa dapat tersiar ke segala arah, tetapi penerimaannya terarah. Maksudnya, bunyi bahasa yang diucapkan dapat didengar di semua arah karena suara atau bunyi bahasa itu merambat melalui udara; tetapi penerima atau pendengar dapat mengetahui dengan tepat dari mana arah bunyi bahasa itu datang.
  3. Lambang bahasa yang berupa bunyi itu cepat hilang setelah diucapkan. Hal ini berbeda dengan tanda atau lambang lain, seperti bekas tapak kaki hewan, dan patung kepahlawanan yang dapat bertahan lama. Oleh karena ciri cepat hilangnya, maka sejak dulu orang berusaha melestarikan lambang bunyi bahasa ini dalam bentuk tulisan. Pada zaman modern kini bunyi bahasa itu sudah dapat direkam dengan peralatan elektronik, dan sewaktu-waktu dapat diperdengarkan kembali.
  4. Partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi (interchangeability). Artinya, seorang penutur bisa menjadi seorang pengirim lambang dan dapat juga menjadi penerima lambang itu
  5. Lambang bahasa itu dapat menjadi umpan balik yang lengkap. Artinyam pengirim lambang (penutur) dapat mendengar sendiri lambang bahasa itu. padahal dalam beberapa macam komunikasi kinetik (gerakan) dan visual (penglihatan) seperti dalam tarian lebah, si pengirim informasi tidak dapat melihat bagian-bagian penting dari tariannya.
  6. Komunikasi bahasa mempunyai spesialisasi. Maksudnya, manusia dapat berbicara tanpa harus mengeluarkan gerkan-gerakan fisik yang mendukung proses komunikasi itu. manusia dapat berbicara sambil mengerjakan pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan.
  7. Lambang-lambang bunyi dalam komunikasi bahasa adalah bermakna atau merujuk pada hal-hal tertentu. Umpamanya kata kuda mengacu pada sejenis hewan berkaki empat yang biasa dikendarai. Kalimat Dika menendang bola mempunyai makna seseorang yang bernama Dika melakukan perbuatan atau tindakan yaitu menendang bola. Begitu juga dengan lambang-lambang lain.
  8. Hubungan antara lambang bahasa dengan maknanya bukan ditentukan oleh adanya suatu ikatan antara keduanya; tetapi ditentukan oleh suatu persetujuan atau konvensi di antara para penutur suatu bahasa. jadi hubungan antara lambang bunyi [kuda] dengan maknanya, yaitu ‘sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai’ bersifat arbitrer, semuanya.
  9. Bahasa sebagai alat komunikasi manusia dapat dipisahkan menjadi unit satuan-satuan, yakni, kalimat, kata, morfem, dan fonem. Padahal alat komunikasi makhluk lain merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
  10. Rujukan atau yang sedang dibicarakan dalam bahasa tidak harus selalu ada pada tempat dan waktu kini. Kita dapat menggunakan bahasa untuk sesuatu yang telah lalu, yang akan datang atau yang berada di tempat yang jauh. bahkan juga yang hanya ada dalam khayalan.
  11. Bahasa bersifat terbuka. Artinya, lambang-lambang ujaran baru dapat dibuat sesuai dengan keperluan manusia.
  12. Kepandaian dan kemahiran untuk menguasai aturan-aturan dan kebiasaan-kebiasaan berbahasa manusia diperoleh dari belajar, bukan melalui gen-gen yang dibawa sejak lahir.
  13. Sehubungan dengan ciri no. 12 di atas, maka bahasa itu dapat dipelajari. Artinya, seseorang yang dilahirkan dan dibesarkan, misalnya, dalam bahasa A dapat mempelajari bahasa lain, yang bukan bahasa lingkungannya.
  14. Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan yang benar dan yang tidak bear, atau juga yang tidak bermakna secara logika. Misalnya kita dapat mengatakan, “penduduk Jakarta dewasa ini ada satu juta orang,” atau juga, “Ibu kota Kerajaa Inggris adalah Oxford”. Mengatakan sesuatu yang tidak benar hanya dapat dilakukan dalam komunikasi bahsa, pada komunikasi hewan hampir tidak ditemukan.
  15. Bahasa memiliki dua subsistem, yaitu subsistem buni dan subsistem makna, yang memungkinkan bahasa itu memiliki keekonomisan fungsi. Keekonomisan fungsi ini terjadi karena bermacam-macam unit bunyi yang fungsional bisa dikelompokkan dan dikelompokkan lagi ke dalam unit-unit yang bearti.
  16. Ciri terakhir adalah bahasa itu dapat kita gunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. alat komunikasi dari hewan tak ada yang dapat digunakan untuk membicarakan alat komunikasi hewan itu sendiri.
About these ads

jangan lupa komentar ya.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 270 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: