Kepada Kedua Adikku, yang Paling Baik dan Disayang Ayah, Ayo Kita Bekerja Sama!

IMG_0170

Kepada kedua adikku, yang paling baik dan disayang ayah….

Setelah merantau dan tinggal serumah lagi dengan kalian, aku jadi tahu sendiri apa yang dikeluhkan ibu setiap kali meneleponku di tanah rantau. Aku jadi tahu, apa yang ditangisi ibu setiap malamnya.

Kalianlah, kalianlah pelakunya…. kalianlah tersangka utama yang membuat air mata ibu luber mengaliri pipi. Aku bersyukur, di saat seperti itu kakakmu ini tak berada di sana. Membayangkan jika aku berada di sana, mendapati kalian yang seperti ini dan menemukan lelehan air mata ibu tumpah, sungguh tak kuat aku membayangkannya.

Kini, setelah empat tahun berpisah dan kembali tinggal serumah, aku jadi tahu semuanya.

Dulu sewaktu aku pergi, aku tahu kalian hanyalah bocah-bocah kecil yang selalu minta perhatian dan berharap semua ingin terpenuhi. Tapi kini, setelah beberapa tahun berlalu, kalian bukan lagi seorang anak kecil lagi. Meski ibu menganggap kalian masih anak-anak, tapi bagiku kalian adalah calon-calon orang dewasa yang hebat – seperti impian ayah terhadap semua anak-anaknya. Baca lebih lanjut

Karena Bersamamu, Aku menjadi Satu-Satunya yang Teristimewa

25122011021s

Bangun tidur pagi ini aku masih tak percaya, mendapatimu di samping bantalku dengan mengulas senyuman pagi.

Aku baru saja membuka mata setelah mimpi panjang semalaman dan wajahmu yang teduh itu nampak di depan wajahku dan berujar, “Happy annivesary, Sayang…”

Langsung saja aku ternganga. Masih tak menyangka, pada akhirnya akulah pemenangnya – seorang wanita yang tak terlalu cantik yang bisa memenangkan hatimu untuk kumiliki. Selamanya.

Di luar sana, aku tahu banyak wanita yang rupawan selalu menunggumu. Bahkan sekali waktu ada beberapa di antara mereka yang menerorku. Ah, sial! Sakit hati? Tentu! Tapi aku tetap yakin, bisa menjadi pemenang di setiap ronde pertandingan.

Kalau saja orang tahu tentang cerita awal mula perkenalan kita, pasti banyak di antara mereka banyak yang tak percaya. Kita bertemu melalui sebuah SMS ngga jelas yang nyasar, yang berawal dari keisengan, lalu jatuh cinta meski sama-sama tak pernah bertemu sebelumnya. Perkenalan via SMS kalau sebatas kenal sih, wajar. Dan pasti sudah banyak yang mengalami. Tapi kita? Baca lebih lanjut

Saya Merinding Baca Terjemahan Surat ini, Sepertinya Kalian juga Harus Baca

Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya, وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا 1
dan awan yang mengandung hujan, فَالْحَامِلاتِ وِقْرًا 2
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah, فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا 3
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan, فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا 4
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar, إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ 5
dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi. وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ 6
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ 7
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ 8
dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al Qur’an) orang yang dipalingkan. يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ 9
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ 10
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai, الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ 11
mereka bertanya: “Bilakah hari pembalasan itu?” يَسْأَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ 12
(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka. يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ 13
(Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dahulu kamu minta supaya disegerakan”. ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ 14
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ 15
sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ 16
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ 17
Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ 18
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ 19
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, وَفِي الأرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ 20
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ 21
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ 22
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ 23
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ 24
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaaman”, Ibrahim menjawab: “Salaamun” (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ 25
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ 26
lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: “Silakan kamu makan”. فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلا تَأْكُلُونَ 27
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلامٍ عَلِيمٍ 28
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”. فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ 29
Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan”. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. قَالُوا كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ 30
Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?” قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ 31
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut), قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمٍ مُجْرِمِينَ 32
agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ 33
yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas”. مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ 34
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lut itu. فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ 35
Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ 36
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih. وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الألِيمَ 37
Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata. وَفِي مُوسَى إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَى فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ 38
Maka dia (Firaun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya, dan berkata: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”. فَتَوَلَّى بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ 39
Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela. فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ 40
Dan juga pada (kisah) Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ 41
angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ 42
Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu”. وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّى حِينٍ 43
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya. فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ 44
Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan, فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ 45
dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ 46
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ 47
Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). وَالأرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ 48
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ 49
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ 50
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. وَلا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ 51
Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila”. كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ 52
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ 53
Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela. فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ 54
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ 55
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ 56
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ 57
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ 58
Maka sesungguhnya untuk orang-orang lalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya. فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلا يَسْتَعْجِلُونِ 59
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka. فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ يَوْمِهِمُ الَّذِي يُوعَدُونَ 60

sumber dari http://mizan-poenya.blogspot.com/2010/12/al-quran-dan-terjemahan-surah-surat-51.html

Karena Tuhan Perencana Terbaik

Karena Tuhanlah perencana terbaik.

Maka, seindah apapun kita berencana, jalan-jalan di hidup belum tentu mengantarkan kita pada tujuan yang kita rencanakan.

Di buku diary sepuluh tahun yang lalu, yang kutulis saat pelajaran matematika, masih menyimpan sebuah kalimat.

“Aku menginginkanmu tapi aku tak ingin memilikimu untuk saat ini. Aku ingin memilikimu suatu saat nanti, saat aku dan kau sama-sama siap. Siap mengucap janji hingga menggetarkan arsy.”

Sejak diam-diam kau curi buku diary itu, kau menjauh. Aku yakin kau pasti membacanya dan seketika ilfeel padaku setelah membaca tulisan itu. Jadilah ‘kita’ di antara kita lenyap, aku dan kau yang saling menjauh. teman-teman bilang hubungan di antara kita adalah persahabatan yang hancur.

Betapa sakit rasanya hati ini. Seketika kau berjalan ke utara dan aku melangkah ke selatan. kita tak lagi sama-sama. tak saling menyapa. bahkan lupa jika pernah saling mengenal.

Sejak itu pula aku takut mengingat semua impian-impianku bersamamu yang kutoreh di buku diary itu. aku takut mengingat semuanya.

tapi siapa sangka… aku yang berusaha menjauh sejauh-jauhnya darimu agar kau tak jijik melihatku, ternyata tetap… waktu pada akhirnya mempertemukan kita.

tapi setidaknya, semua perjalanan yang kulalui tidak sia-sia.

perkenalan kita dimulai kembali saat kau tiba-tiba duduk di bangku sebelahku saat di sebuah rumah makan. kau memulai percakapan. tanpa canggung. tanpa apapun. hingga cinta yang dulu kupendam kembali mekar. dan ternyata kau juga memekarkan cinta yang sama.

pada hari ini, kita membuktikan. bahwa Tuhanlah perencana terbaik.

Kata Mereka tentang Novelku

UC141125154439

UC141125154453

UC141125154521

UC141125154605

UC141125154728

UC141125165354

UC141125165406

sebenernya masih banyak banget koment temen-temen pembaca novelku. Tapi ngga sempet nge-print-screen-nya :D

untuk temen-temen pembaca blog-ku, jangan lupa beli juga ya novel-novelku di toko buku terdekat di kota kalian.

sebentar lagi bakal ada novel keempat yang akan terbit. tapi entah kapan terbitnya. masih belum ada info. kalau sudah ada info pasti akan kuposting di blog ini kok.